PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DAN HUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN PENGELOLAAN DIARE PADA ANAK BALITA
DOI:
https://doi.org/10.00000/f2693g40Keywords:
Pengetahuan, Swamedikasi, keberhasilan penanganan, diare, balita.Abstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi yang berpotensi fatal apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penanganan yang efektif di tingkat rumah tangga menjadi aspek penting dalam pencegahan komplikasi. Salah satu pendekatan yang umum dilakukan masyarakat adalah swamedikasi, yaitu upaya pengobatan sendiri tanpa resep dokter, yang dilakukan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama balita memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan swamedikasi, karena ketepatan pemilihan obat, dosis, frekuensi pemberian, serta pengenalan tanda bahaya sangat bergantung pada pemahaman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada balita, menilai keberhasilan penanganan diare, serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 47 ibu yang memiliki anak balita pernah mengalami diare, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup telah teruji validitas (0,926) dan reliabilitas (0,813), dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan cukup (85,6%) dan keberhasilan penanganan diare tergolong tinggi (31,9%). Uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang swamedikasi dan keberhasilan penanganan diare pada balita. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lanjutan agar ibu dapat melakukan penanganan awal diare secara tepat.
References
Adilah, Rifa Yusyah. 2020. “IDI: 70 Persen Warga Indonesia Melakukan Pengobatan Mandiri.”
Azhar, S., Hassali, M. A., Ibrahim, M. I. M., Ahmad, M., Masood, I., & Shafie, A. A. (2009). The Role of Pharmacists in Developing Countries: The Current Scenario in Pakistan. Human Resources for Health, 7(1), 54. https://doi.org/10.1186/1478-4491-7-54
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Penggunaan Obat yang Aman dan Rasional. Jakarta: BPOM RI.
Bennadi, D. (2013). Self-medication: A Current Challenge. Journal of Basic and Clinical Pharmacy, 5(1), 19–23. https://doi.org/10.4103/0976-0105.128253
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Penatalaksanaan Diare di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Depkes RI.
Fuaddah, Ardika Tri. 2015. “Description Of Self-Medication Behavior In Community Of Subdistrict Purbalingga, District Purbalingga Ardika Tri Fuaddah Public Health Faculty Diponegoro University.” 3:610–19.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Swamedikasi yang Aman dan Rasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Kemenkes RI. 2011. “Peraturan Menteri Kesehatan.”
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman pengelolaan diare pada balita. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kemenkes RI.
Mamo, Sara, Yohanes Ayele, and Mesay Dechasa. 2018. “Self-Medication Practices among Community of Harar City and Its Surroundings, Eastern Ethiopia.” Journal of Pharmaceutics 2018:1–6. doi: 10.1155/2018/2757108.
Ogbo, F. A., Ogeleka, P., & Ogbo, A. U. (2018). Self-Medication in Pregnancy among Women Attending Antenatal Care in Developing Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. International Journal of Public Health, 63(5), 543–555.
Puspitasari, H. P., Faturrohmah, A., & Hermansyah, A. (2014). Do Indonesian Community Pharmacy Workers Respond to Antibiotic Requests Appropriately? Tropical Medicine & International Health, 19(5), 524–530.
Putri, S. K., & Andriyani, F. D. (2020). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Pencegahan Diare Pada Balita. Jurnal Kesehatan Prima, 14(1), 35–41.
Sihombing, S. R., & Sitorus, R. J. (2017). Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Diare Dengan Pemberian Oralit Pada Balita. Jurnal Endurance, 2(1), 1–6.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
World Health Organization. (2005). The Treatment of Diarrhea: A Manual for Physicians and Other Senior Health Workers (4th rev.). Geneva: WHO.
World Health Organization. (2017). Diarrhoeal Disease. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
World Health Organization. (2005). The treatment of diarrhoea: A manual for physicians and other senior health workers (4th rev.). Geneva: WHO.